Published On: Fri, Nov 25th, 2016

Ternyata Susu Kedelai Memiliki Efek Samping Yang Cukup Serius

Siapa bilang kalau berbahan alami selalu bisa aman? Contoh kedelai, bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Bahkan, anakanak tidak dianjurkan sama sekali untuk mengkonsumsi kedelai non-fermentasi juga bagi penderita kangker. Mengerikan bukan? Apakah kamu sekarang pesimis untuk mengkonsumsi susu kedelai?

Kedelai ada dua jenis yakni kedelai fermentasi dan non-fermentasi. Kedelai fermentasi inilah yang dianjurkan untuk dikonsumsi seperti tempe, kecap, atau kecambah kedele. Apakah susu kedelai terbuat dari kedelai non-fermentasi? Ya, betul, terbuat dari kedelai non-fermentasi. Siapa saja temannya? Tentunya makanan tahu. Bila kamu khawatir akan gangguan kesehatan bila mengkonsumsi susu kedelai, seharusnya khawatir juga dalam mengkonsumsi tahu. Ya, bahasa dokter memang terkesan kejam, ini bahaya, itu bahaya, ini harus begini dan sebagainya.

Masih takut untuk mengkonsumsi susu kedelai? Bila takut, mengapa mengkonsumsi tahu? Mengapa juga mengkonsumsi daging-dagingan setiap hari? Mengapa juga terlalu banyak makanan bergizi setiap hari? Semua memiliki resiko gangguan kesehatan, bisa memunculkan kanker atau paling tidak gangguan koresterol. Untuk itu, variasi menu makanan harian itu penting agar tidak berlebihan atau rutin.

susu-kedelai_1Kembali ke susu kedelai, bagaimana penjelasan detail mengenai gangguan kesehatan akibat konsumsi olahan dari kedelai? Berikut yang dilansir Klikdokter.com:

Kandungan di Kacang Kedelai

Goitrogen – Bisa menyebabkan fungsi tiroid terganggu yang berujung pada kanker tiroid.

Phytoestrogen – Sebagai faktor penyebab munculnya penyakit kanker payudara dan juga leukemia pada anak. Memang biasanya berfungsi untuk mengurangi produksi estrogen rendah.

Aluminum – Sebagai faktor penyebab penyakit Alzheimer. Hal ini sesuai hasil penelitian yang erat kaitannya antara aluminum dengan penyakit tersebut. Hal ini karena susu kedelai mengandung 11 kali (1100 persen) aluminum daripada susu formula biasa.

Mangan – Kandungan mangan pada asi ASI sekitar 4-6 mcg/L, susu formula bayi biasa (dari sapi) sekitar 30-50 mcg/L, dan susu formula kedelai lebih besar yakni 200-300 mcg/L! Mangan diperlukan hanya sedikit saja. Bila sampai berlebih bisa menyebabkan kerusakan otak seperti penyakit Parkinson.

Asam Phytic – Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan.

Penghambat Trypsin – Berdampak pada gangguan pencernaan protein. Bila protein tidak bisa dicerna, khususnya pada anak atau bayi bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan apabila dikonsumsi secara teratur.

Nitrat – Lebih kepada penyebab kanker atau lebih bersifat karsinogen.

Gangguan Kesehatan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Akibat Susu Kedelai

1. Dampak Bagi Anak Laki-Laki

Susu kedelai bisa membuat anak mengalami pubertas dini sehingga bisa memunculkan kanker testicular ketika dewasa. Hal itu karena saat masih usia anak-anak sudah tersuplai berbagai hormon seks secara terus-menerus.

Bahkan kandungan isoflavon yang berlebih bisa membuat seseorang anak laki-laki memiliki sifat feminim, mengakibatkan kelamin bayi laki-laki lebih kecil dan berpotensi mengarah pada homoseksual.

Dampak Bagi Anak Perempuan

Mengkonsumsi kedelai non-fermentasi akan mengalami gangguan tiroid. Dengan begitu, besar kemungkinan muncul gangguan kesehatan seperti kanker payudara dan kista. Hal ini pun didukung produksi hormonal sekitar 240 kali lebih tinggi dari ASI.

Dampak Bagi Wanita Muda

Siklus menstruasi wanita muda pun akan terganggu bila memang dalam satu bulan full mengkonsumsi dua gelas susu kedelai. Rutinitas meminum susu kedelai menyuplai banyak komponen kimia yang mengganggu siklus menstruasi. Begitu juga bisa mempengaruhi emosional wanita seperti marah-marah bila mengkonsumsi 100 gram kedelai non-fermentasi yang kandungan estragonik setara dengan 1 pil kontrasepsi. Wanita yang sering memakai pil kontrasepsi sering mudah marah-marah.

Dampak Bagi Pria Dewasa

Hasil penelitian, kedelai mengakibatkan gangguan kesehatan khusus para pejantan(hewan atau manusia) seperti kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma pun berkurang. Walaupun efek pada tubuh manusia cenderung lambat, tetap mengkonsumsi secara rutin bisa berdampak seperti itu.

COPYRIGHT © PORIS RADIO 2016

About the Author

-