Published On: Mon, Feb 20th, 2017

Kesaksian Yang Sungguh-Sungguh

loading...

Baca: Yohanes 3:2236

Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Yohanaes 3:26

loading...

bergantung-pada-tuhan

Sebagai orang yang diutus Allah untuk mendahului Yesus Kristus, Yohanes Pembaptis, memberi jalan untuk pelayanan TuhanYesus seperti yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya: “Ada suara yang berseru-seru: ‘Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!'” (Yesaya 40:3; Matius 3:3). Yohanes Pembaptis adalah keturunan suku Lewi, anak dari Elisabet, yang merupakan saudara sepupu Maria, ibu Yesus (baca Lukas 1:36). Ayahnya (Zakharia) adalah seorang imam dari rombongan Abia yang ditugaskan di Bait Allah. Pada masa kecil Yohanes Pembaptis tidak banyak dikupas di Alkitab, kecuali ketika masih dalam kandungan Elisabet, di mana ia melonjak kegirangan sewaktu Maria berkunjung ke rumah ibunya.

Secara manusia sesungguhnya Yohanes bisa saja untuk iri hati dan cemburu kepada Tuhan Yesus, karena ia yang lebih dahulu memulai pelayanan, tetapi Tuhan Yesus malah menjadi lebih sukses dan lebih populer dibanding dirinya. Inilah yang Yohanes beritakan kepada orang banyak: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Markus 1:7-8). Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kasih persaudaraan yang tulus dengan menghargai dan menghormati pelayanan Tuhan Yesus yang jauh lebih tinggi dari dirinya sendiri. Sebelum Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya banyak sekali pengikut Yohanes Pembaptis, tetapi setelah Tuhan Yesus melayani, banyak orang yang beralih untuk mengikuti Tuhan Yesus (ayat nas). Apakah Yohanes Pembaptis merasa tersaingi ? Justru ia menegaskan: “Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.” (Yohanes 3:28). Yohanes Pembaptis dengan sportif dan rendah hati menyadari siapa dirinya dan siapa sesungguhnya Yesus.

Jika setiap dari kita mengerti akan tugas dan panggilan kita masing-masing, maka tak akan terjadi persaingan dan saling mendiskreditkan di antara kita semua sebagai saudara seiman

loading...

“Ia harus makin besar, tetapi aku (Yohanes) harus makin kecil.” Yohanes 3:30

About the Author

-