Published On: Thu, Sep 29th, 2016

Hidup Sehat Untuk Kualitas Hidup Dan Kisah Penderita Hipokalemi

Hidup sehat meningkatkan kualitas hidup? Apakah benar? Walaupun harus membutuhkan kajian lebih lanjut, namun banyak fakta bahwa orang yang mengalami gangguan kesehatan akan mengalami kesulitan dalam menempuh hidup yang berkualitas. Memang tidak jarang juga, orang yang memiliki masalah kesehatan jauh lebih bagus kualitas hidupnya. Bagaimana dengan kamu? Tergolong orang seperti apa?

Kalau membahas kebenaran mengenai sebuah kalimat, “Hidup sehat meningkatkan kualitas hidup”, tentu akan sulit karena harus membutuhkan data-data yang valid. Namun kalau berbicara mengenai salah satu sampel dari kisah nyata, bisa dijadikan untuk pembenaran sementara dan memotivasi kamu bahwa hidup sehat memang penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan pribadi.

Ada seseorang, katakanlah Si Fulan, yang menderita penyakit hipokalemi, penderita kekurangan kadar kalium dalam darah, menurut hasil tes lab dan pemeriksaan dokter spesialis syaraf ketika ia sudah lulus dari perkuliahan. Sebelumnya Si Fulan memang belum memeriksakan kondisinya, mengingat masih mengalami kebingungan. Ia mengalami keluhan yang diklaim dokter sebagai “hipokalemi” semenjak masih sekolah.Penanganan pun masih dilakukan dengan serius sampai sekarang dengan cara mengkonsumsi suplemen kalium dan memakan banyak pisang setiap hari sesuai anjuran dokter.

Terkesan remeh-temen seputar penyakit, keluhan atau apalah sebutanya karena Si Fulan sekedar mengalami kelemahan otot tubuh sehingga terganggu aktifitasnya. Namun karena Si Fulan tidak menanggapi serius, serius juga dalam gangguan untuk perkembangan meningkatkan kualitas hidupnya. Menurut pengetahuan penulis, Si Fulan tersebut hampir setiap hari tidak mampu menjalani aktifitas sekolah, kuliahnya dan belajar. Ini berdampak pada kesulitan meningkatkan kualitas pribadinya. Bayangkan, bertahun-tahun hanya menjalani kehidupan standar bahkan kurang, tanpa ada kuasa untuk meningkatkan. Padahal, Si Fulan tergolong orang yang ulet dalam menempuh kualitas belajar yang terbaik.

Dari kisah di atas, sangatlah tepat bahwa hidup sehat bisa mempengauhi kualitas hidup. Sebagai contoh Si Fulan yang berniat meningkatkan kualitasnya, namun terhalangi oleh gangguan kesehatan dirinya. Hasilnya, si fulan hanya menerima kualitas yang standar di saat minat belajarnya tinggi.

Bagaimana menjalankan hidup sehat yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi? Tips ini sekedar minimal untuk menghindari atau solusi dari gangguan hipokalemi yang ternyata bisa menghambat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Ketahui Pengetahuan Untuk Menempuh Hidup Sehat

Melihat kasus Si Fulan, penderita hipokalemi, secara tersirat memang kurang dalam pengetahuan kesehatan. Efek dari kurang pengetahuannya sehingga ada rasa meremehkan sebuah keluhan kesehatan. Biasanya ucapan yang paling sering diucapkan adalah, “Ah, sekedar ini saja harus ke dokter”, walaupun pada ujungnya mengganggu meningkatkan kualitas hidup.

Memiliki Keseriusan Dalam Mengkonsumsi Makanan Bergizi

Kebanyakan orang akan meremehkan seputar konsumsi makanan bergizi. Apalagi buat orangorang yang kurang pendidikan kesehatan. Mereka akan berkata, “Kalau sehat, makan dengan sayur asem saja sudah enak.” Memang betul ucapan tersebut. Kalau hidup sehat, makan dengan lauk ala kadarnya juga enak. Namun kalau terlalu sering mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gizi, efek menurun kualitas diri pribadi bisa terjadi. Dulu rajin belajar, karena masih muda. Sudah umur 30 an, malah menjadi malas belajar. Bisa jadi, kemalasan belajar karena berkurang atau tidak terpenuhinya sebuah nutrisi untuk otak.

Cek Keluhan Kamu Ke Dokter, Segera!

Ketika terlalu sering mengalami keluhan-keluhan yang sama, apalagi keluhan yang mengganggu dalam menjalani aktifitas kehidupan kamu, bersegeralah untuk melakukan pemeriksaan ke jalur dokter yang tepat. Bila mengalami masalah pada degup jantung, maka bisa mendatangi dokter spesialis jantung, dan sebagainya. Hal ini penting, apalagi bila berurusan untuk peningkatan kualitas untuk hidup kamu.

COPYRIGHT © PORIS RADIO 2016

About the Author

-