Published On: Tue, Jan 31st, 2017

Contoh Kasus Penipuan Online Shop Di Indonesia

loading...

<strong>Contoh kasus penipuan online shop di Indonesiastrong> kini sangat banyak dan bermacam jenis serta motifnya. Berkembangnya tentu selain membawa dampak baik juga akan berpotensi tidak baik. Salah satu perkembangan teknologi yang tidak luput dari kegiatan manusia adalah internet.

loading...

Dalam rangka mengikuti gaya hidup modern, banyak masyarakat yang memilih belanja melalui online shop. Belanja dengan cara ini adalah kemudahan yang ditawarkan dalam kecanggihan Facebook. Efisiensi waktu dan penawaran adalah keunggulan bagi Facebook. Online Shop dengan menawarkan berbagai macam kebutuhan memungkinkan terjadinya transaksi jual – beli yang mudah dan simpel dilakukan.

stop-penipuan

Hanya dengan memilih kebutuhan yang diinginkan melalui katalog yang disediakan, customer bisa memiliki barang tersebut cukup dengan melakukan pembayaran melalui internet banking. Segala  kemudahan yang ditawarkan online shop dan keterbatasan waktu masyarakat saat ini memicu besarnya aktivitas belanja secara online shop.

Banyak sekali orang menggunakan internet untuk aktifitas sehari-hari. Seperti halnya bisnis online adalah yang saat ini marak sekali dikalangan masyarakat. Banyak dari mereka menawarkan produknya melalui dunia maya yang apabila mereka jujur maka akan diperoleh informasi yang akurat dan valid

Namun disisi lain masih ada oknum yang menggunakan dunia maya sebagai tempat melakukan tindak kejahatan penipuan. Hal ini banyak dilakukan karena melalui internet seseorang tidak mudah terdeteksi dengan menyembunyikan akun atau membuat akun palsu.

Dibawah ini adalah contoh kasus penipuan online shop di Indonesia.

  1. Dengan modus menawarkan barang-barang elektronik berbagai merk, kamera, laptop dengan bermacam-macam merk dengan murah di jejaring sosial.

Pelaku membuat akun facebook atau membobol akun facebook milik orang lain kemudian menambah pertemanan sampai ribuan orang. lalu pelaku menawarkan barang-barang elektronik dengan harga yang murah. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku dirinya sebagai bagian marketing dan berusaha meyakinkan bahwa barang akan dikirim dengan TIKI JNE apabila DP surah dikirim ke rekening.

Setelah DP dikirim, seolah-olah ada yang menelepon korban dan mengaku sebagai pengiriman barang dan mengatakan bahwa barang sudah dikirim. Dengan mengirimkan resi pengiriman pelaku mencoba meyakinkan korban. Keesokan harinya korban akan mendapat telepon yang mengaku bagian pengiriman dan menginformasikan bahwa telah terjadi kelebihan jumlah barang yang dikirimkan dan mengharuskan korban untuk membayar saja kelebihan barang yang dikirimkan tersebut dengan fasilitas diberikan diskon karena hal tersebut adalah kesalahan bagian pengiriman. Dan korban banyak yang tergiur atas penawaran pelaku kemudian dengan mudahnya mentransfer uang ke rekening pelaku.

Si Penjahat membobol account FB personal korban. Korban biasanya adalah mereka yang punya teman banyak & dengan tingkat keamanan account FB yang biasa saja.

  1. Pelaku akan menghapus semua data profil dan foto korban. Namun daftar teman yang ratusan dipertahankan.
  2. Si Penjahat melakukan upload foto-foto gadgets yang sangat murah ke album foto dan melakukan tag teman-teman si Korban.
  3. Semua pertanyaan yang kritis ataupun berbau kecurigaan dihapus dan usernya diblok. Ketika anda berkomentar kritis di foto-foto online shop tersebut, komentar saya dihapus dan saya diblok.
  4. “Transaksi” dilakukan via Inbox atau SMS pribadi. Jika Pembeli sudah transfer, si pelaku akan ngeblok semua akses pembeli ke account FB tersebut, jadi si pembeli tidak bisa komplain atau memperingatkan user lain.
loading...

Inilah beberapa contoh kasus penipuan online shop di Indonesia yang beredar saat ini. Bagi anda yang suka belanja melalui online shop harus lebih waspada dengan hal seperti ini.

About the Author

-