Published On: Wed, Oct 12th, 2016

3 Tips Mengelola Keuangan Untuk Hadapi Masa Tua Kamu

Masa tua adalah masa dimana masa produktif sudah berkurang jauh sehingga membuat kebanyakan orang tidak lagi mampu untuk mencari dan mengandalkan sisa hasil masa muda. Rata-rata orang yang masuk masa tua akan mengalami kesulitan keuangan apalagi bagi yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti pekerja mandiri. Hal terburuk dalam keuangan tentu tidak diharapkan oleh orang yang sudah masuk usia tua sehingga harus pandai mengelola keuangan saat masih muda.

Lalu bagaimana cara mengelola keuangan? Mungkin tips ini tidak bisa dipakai semua orang karena masing-masing orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Bisa saja tips ini hanya berlaku untuk kalangan yang masih mampu meraih penghasilan di atas 5 juta ke atas. Namun, walaupun tips mengelola keuangan hanya bisa dilakukan untuk kalangan menengah-ke atas, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi kalangan bawah dalam mengelola keuangannya.

1. Lakukan Menabung Uang Di Bank

Setiap karyawan atau pegawai yang bekerja dengan bayaran per bulan atau disebut gaji, biasanya sudah memiliki rekening khusus untuk pembayaran gaji. Sehingga secara otomatis sudah menabung uang di rekening. Namun bagi kalangan pedagang atau pengusaha, tentu bisa saja tidak memiliki tabungan (pengusaha jadul). Untuk itu, penting sekali untuk menabung.

Prinsip menabung yang sebenarnya bukan sekedar menyimpan uang. Lebih dari itu. Prinsip menabung yang harus ditekankan adalah melakukan penghematan pengeluaran dan menyisahkan uang untuk ditabung. Kalau sekedar memiliki tabungan di bank, tidak menjamin memiliki tabungan. Bisa jadi karena syarat pembayaran gaji sehingga memiliki tabungan walaupun sebenarnya pengeluaran melebihi gajiannya.

Menabung sendiri bukan cara efektif dalam mempersiapkan uang untuk menghadapi masa tua. Karena nilai uang selalu mengalami penurunan. Namun kalau dilihat dari hal pengelolaan uang untuk hari tua, menabung bisa dipilih sebagai alternatif dari pengeluaran menghabiskan uang. Manfaat lain adalah sebagai uang untuk kebutuhan uang tunai atas kebutuhan dadakan.

2. Membangun Sumber Pasif Income

Dahulu kala membangun pasif income dianggap langkah yang sulit. Biasanya mengandalkan tanah sebagai pembangunan pasif income seperti membangun kios, kontrakan dan sebagainya. Namun setelah memasuki era online, membangun pasif income dianggap langkah yang mudah kalau dilihat dari hal teknis pembangunannya. Pembangunannya bisa dialihkan lewat online seperti situs informasi yang dianggap pengganti properti. Membangun situs informasi membuat penghasilan bisa mengalir dengan sendirinya. Bukan hanya situs informasi yang bisa kamu lakukan dalam membangun pasif income secara online.

Membangun pasif income sangat efektif dalam mengelola keuangan hasil gajian tanpa harus terjun langsung mengurusi bangunan pasif income. Memiliki waralaba adalah contoh kecil bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan sendiri. Ketika sampai di masa tua, bisnis waralaba akan selalu memanjakan si pemiliknya.

3. Tanamkan Kedisiplinan Mengelola Keuangan Pada Kamu Dan Keluarga

Ketika kamu sudah memiliki anak, maka pengeluaran terbesar uang kamu adalah untuk kebutuhan anak-anak kamu. Ketika memiliki dua anak, dan masing-masing menghabiskan uang 5000 setiap hari sampai umur 15 tahun, maka bisa melihat sendiri hasil yang cukup mengejutkan kamu. Satu anak saja bisa menghabiskan samai 27-30 juta. Bila dua anak berarti sudah menghabiskan sekitar 60.000.000. Belum pengeluaran yang tak terduga atau pengeluaran spesial seperti sakit, pernikahan, kuliah dan sebagainya. Tentunya belum untuk kebutuhan kamu dan pasangan.

Bila seorang anak tidak dididik dengan benar khususnya masalah kedisiplinan mengelola keuangan, maka akan menjadi sumber bencana keuangan untuk masa tua kamu. Mendidik anak agar berkuasa menghasilkan uang dengan mapan akan memberikan cukupan kebahagiaan di hari tua kamu. Begitu juga mendidik anak ikut disiplin dalam mengelola keuangan keluarga akan membuat kamu bisa menghemat pengeluaran minimal sampai 30%.

COPYRIGHT © PORIS RADIO 2016

About the Author

-